JAKARTA - Kinerja penyaluran kredit perumahan menunjukkan konsistensi lembaga perbankan dalam memperluas akses hunian.
Selama puluhan tahun, pembiayaan perumahan terus disalurkan dengan fokus pada kebutuhan masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah. Capaian jutaan unit rumah mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mendukung kepemilikan tempat tinggal.
Total penyaluran kredit perumahan mencapai 5,97 juta unit dengan nilai Rp 555,11 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut berasal dari segmen KPR subsidi yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Skema ini dirancang agar akses kepemilikan rumah semakin terjangkau.
Peran pembiayaan perumahan menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor properti nasional. Dukungan berkelanjutan mendorong pertumbuhan kawasan hunian di berbagai daerah. Dampaknya turut memperkuat perputaran ekonomi di sektor terkait.
Sejarah Panjang Peran BTN di Perumahan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa BTN memiliki sejarah panjang sebagai bank nasional dengan kontribusi strategis dalam sektor perumahan.
BTN kembali berdiri sebagai bank nasional dan memperkuat perannya ketika menyalurkan kredit pemilikan rumah pertama di Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembiayaan perumahan nasional.
Peran historis ini membentuk posisi BTN sebagai lembaga yang konsisten pada segmen perumahan. Komitmen tersebut tercermin dari fokus penyaluran KPR yang berkelanjutan. Pengalaman panjang memperkuat kapasitas institusi dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Konsistensi peran ini juga berdampak pada penguatan kepercayaan publik. Layanan pembiayaan perumahan dinilai semakin relevan dengan dinamika kebutuhan hunian. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan layanan di masa depan.
Dominasi KPR Subsidi dalam Penyaluran
Dari total penyaluran, KPR subsidi mencapai 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun. Rinciannya meliputi KPR subsidi konvensional sebanyak 4,06 juta unit senilai Rp 258,27 triliun. KPR subsidi syariah tercatat 338.097 unit dengan nilai Rp 42,72 triliun.
Dominasi KPR subsidi menegaskan fokus pada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pembiayaan. Skema subsidi membantu menekan beban awal kepemilikan rumah. Pola ini memperluas peluang kepemilikan hunian layak bagi masyarakat.
Pola penyaluran subsidi juga berkontribusi pada stabilitas permintaan perumahan. Ketersediaan pembiayaan yang terjangkau mendorong geliat pembangunan rumah sederhana. Dampaknya terasa pada peningkatan aktivitas sektor konstruksi.
Perkembangan KPR Nonsubsidi dan Produk Lain
Pada segmen nonsubsidi, pembiayaan mencapai 1,3 juta unit dengan total Rp 218,57 triliun. Rinciannya terdiri atas KPR nonsubsidi konvensional 1,18 juta unit senilai Rp 191,46 triliun. KPR nonsubsidi syariah mencapai 125.410 unit dengan nilai Rp 27,1 triliun.
Selain KPR, pembiayaan juga mencakup kredit agunan rumah dan kredit bangun rumah sebanyak 262.876 unit. Total pembiayaan untuk dua produk tersebut mencapai Rp 35,5 triliun. Diversifikasi produk ini memperluas pilihan pembiayaan sesuai kebutuhan nasabah.
Penguatan produk nonsubsidi mencerminkan upaya melayani segmen menengah. Variasi produk memberi fleksibilitas dalam perencanaan kepemilikan hunian. Langkah ini memperkuat portofolio pembiayaan perumahan secara menyeluruh.
Apresiasi Pelaku Industri Properti
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Joko Suranto menilai BTN telah menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional selama 76 tahun. "Sebagai bank terkemuka di industri perumahan, BTN telah melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian. Termasuk memberikan pembiayaan kepada para pelaku penyedia perumahan," ujar Joko.
Ia menambahkan, dukungan pembiayaan BTN berperan penting menjaga keberlangsungan ekosistem properti dan mendorong perekonomian nasional. Transformasi layanan yang dilakukan perseroan juga dinilai memperkuat daya saing ke depan. Apresiasi ini mencerminkan pengakuan industri terhadap kontribusi pembiayaan perumahan.
"Selamat ulang tahun ke-76. Semoga BTN semakin maju, semakin memberikan kontribusi bagi masyarakat, dan juga bagi negeri ini dalam penyediaan rumah bagi rakyat," pungkas Joko. Pesan tersebut menegaskan harapan terhadap peran berkelanjutan BTN. Dukungan moral ini menjadi dorongan bagi penguatan layanan pembiayaan perumahan.