JAKARTA - Pemulihan sentimen di pasar global memberi dorongan kuat bagi bursa Eropa untuk menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa.
Saham-saham Eropa mengalami kenaikan ke level penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026 mengikuti pemulihan ekuitas global setelah aksi jual pekan lalu. Pergerakan ini mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset berisiko di kawasan tersebut.
Hal ini disebabkan oleh investor yang mengalihkan perhatian mereka ke pendapatan perusahaan dan aktivitas transaksi termasuk hasil yang menggembirakan dari bank terbesar kedua di Italia, UniCredit.
Fokus terhadap kinerja korporasi membantu menyeimbangkan kekhawatiran yang sempat membayangi pasar. Optimisme terhadap prospek laba menjadi pendorong utama reli.
Indeks STOXX 600 naik 0,7 persen menjadi 621,41 poin. Pemulihan pada hari Jumat membantu STOXX 600 mencatatkan kenaikan mingguan, meskipun ketidakpastian seputar sektor teknologi tetap menjadi fokus perhatian. Pergerakan ini menandai fase pemulihan bertahap setelah tekanan sebelumnya.
Dinamika Kekhawatiran di Sektor Teknologi
“Kekhawatiran tentang beberapa hal terburuk terkait AI memang agak berkurang, meskipun cakupan kekhawatiran seputar AI mulai meluas belakangan ini,” kata Kathleen Brooks, direktur riset di XTB.
Pernyataan ini menggambarkan pergeseran fokus risiko dari isu spesifik menuju spektrum risiko yang lebih luas. Investor mulai menilai ulang dampak teknologi terhadap model bisnis tradisional.
Saham global telah pulih dari gejolak yang terjadi pekan lalu, dipicu oleh kekhawatiran tentang kecerdasan buatan yang mengganggu bisnis perangkat lunak tradisional.
Pemulihan ini terjadi meskipun para pemimpin industri seperti Alphabet dan Amazon.com menetapkan target pengeluaran baru untuk mengembangkan teknologi tersebut. Dinamika ini menunjukkan pasar mencoba menyeimbangkan peluang dan risiko.
“Jadi sekarang ada kekhawatiran tentang siapa yang akan menjadi pihak yang kalah di dunia AI, dan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, seperti yang terjadi selama ini,” ujar Kathleen Brooks.
Pergeseran perspektif ini memengaruhi selektivitas investor dalam memilih saham teknologi. Pasar mulai membedakan emiten berdasarkan kesiapan adaptasi terhadap perubahan.
Kinerja Sektor Teknologi dan Perbankan
Pada perdagangan kemarin, sektor teknologi naik 0,9 persen, dengan saham STMicroelectronics melonjak hingga 9,8 persen. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan Prancis tersebut mengatakan akan memperluas kerja samanya dengan Amazon Web Services dalam infrastruktur komputasi. Sentimen positif ini memberi dorongan tambahan bagi sektor teknologi Eropa.
Saham UniCredit naik 6,7 persen setelah menaikkan prospek laba dan menyebut akan mempertahankan kepemilikan saham di perusahaan sejenis yang dibeli di bawah kepemimpinan CEO Andrea Orcel. Kabar tersebut meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah strategis perseroan. Respons pasar menunjukkan apresiasi terhadap kejelasan rencana korporasi.
Sementara itu, indeks perbankan EUROSTOXX naik 2,2 persen, dan indeks acuan Italia naik 2 persen. Keduanya termasuk di antara indeks dengan kinerja terbaik di bursa utama Eropa. Penguatan sektor perbankan menandakan meningkatnya minat pada saham finansial.
Aktivitas Merger Akuisisi Mewarnai Pasar
Berita merger dan akuisisi juga mendominasi pemberitaan pada hari Senin kemarin. Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan holding Advent dan FedEx telah setuju untuk membeli perusahaan loker paket InPost dalam kesepakatan senilai USD9,2 miliar. Kesepakatan ini mencerminkan tingginya minat terhadap aset logistik.
Langkah tersebut membuat saham perusahaan Polandia itu naik 13,5 persen. Lonjakan ini menunjukkan respons positif investor terhadap prospek pertumbuhan pasca akuisisi. Aktivitas korporasi besar menjadi katalis pergerakan harga saham.
Di sisi lain, saham NatWest turun 5,6 persen setelah bank asal Inggris itu setuju untuk membeli perusahaan pengelola kekayaan Evelyn Partners seharga 2,7 miliar poundsterling atau USD3,68 miliar.
Reaksi negatif pasar mencerminkan kehati-hatian terhadap dampak akuisisi pada kinerja jangka pendek. Investor menilai risiko integrasi dan implikasi finansial transaksi tersebut.
Isu Politik dan Kinerja Indeks Inggris
Kekhawatiran politik juga menarik perhatian investor ketika Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer memberi sinyal bahwa ia tidak akan mengindahkan seruan untuk mundur.
Sikap ini muncul bahkan dari pemimpin partainya di Skotlandia setelah seorang ajudan kedua mengundurkan diri dari tim yang sedang mengalami krisis. Isu politik tersebut menambah lapisan ketidakpastian di pasar.
Krisis terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat turut membayangi sentimen. Perkembangan politik domestik sering kali memengaruhi persepsi risiko investor asing. Situasi ini membuat pasar mencermati stabilitas kebijakan ke depan.
Adapun indeks acuan Inggris, FTSE 100, pulih dari kerugian sebelumnya dan ditutup naik 0,2 persen pada hari itu. Pemulihan ini menunjukkan ketahanan pasar meski dibayangi isu politik. Investor tetap menaruh perhatian pada faktor fundamental dan prospek korporasi.