Prabowo

Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Lebih Tinggi di Forum AS

Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Lebih Tinggi di Forum AS
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Lebih Tinggi di Forum AS

JAKARTA - Optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia kembali ditegaskan di panggung internasional. Dalam forum bisnis bergengsi di Amerika Serikat, arah kebijakan ekonomi nasional dipaparkan dengan penekanan pada stabilitas, investasi, dan pembenahan tata kelola.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini konsisten berada di atas 5%. Ia juga meyakini bahwa capaian tersebut akan meningkat lebih tinggi pada 2026 seiring sejumlah kebijakan strategis yang tengah dijalankan.

Pada ajang Forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto memaparkan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas 5%. Prabowo mengeklaim bahwa arah pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih tinggi di masa depan dengan sejumlah kebijakan guna merangsang roda bisnis secara menyeluruh.

“Saya memiliki keyakinan bahwa pertumbuhan Indonesia akan jauh lebih tinggi tahun ini [2026]. Indikator-indikator konkretnya sudah mulai terlihat. Kita sedang menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput,” ucap Prabowo dalam Forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C., Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat.

Agenda Lawatan dan Pesan kepada Investor AS

Kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat tidak hanya menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang digagas Donald Trump. Ia juga menggelar diskusi dengan kalangan pengusaha lokal guna memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah pemerintah kepada mitra dagang Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya disiplin fiskal, pengendalian inflasi di zona rendah, serta perbaikan tata kelola berusaha.

Dengan langkah tersebut, ia berharap investasi akan terus bertumbuh berkat stabilitas yang dihadirkan pemerintah. Stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor global.

Berdasarkan data yang dipaparkan, arus investasi asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 2025 telah mencapai US$53 miliar atau setara Rp895,7 triliun. Prabowo menilai capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan asing terhadap ekonomi Indonesia.

“Dengan ukurannya, potensi pertumbuhan [ekonomi], stabilitas politik kita, dan arah kebijakan kita,” terang Prabowo. Pernyataan itu menegaskan bahwa kombinasi faktor struktural dan kebijakan menjadi daya tarik utama Indonesia.

Sorotan pada Korupsi dan Tata Kelola Ekonomi

Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa kondisi Indonesia masih belum sempurna. Ia menyebut masih terdapat titik lemah yang sedang diperbaiki pemerintah.

Secara terbuka, Prabowo menyinggung persoalan korupsi, tata kelola, dan kinerja institusi. Ia juga menyoroti aktivitas ekonomi perkebunan yang menyerobot kawasan hutan lindung.

“Banyak aktivitas ekonomi ilegal, mulai dari penambangan penangkapan ikan...Ini adalah masalah yang sudah lama ada, tetapi saya memilih menghadapinya secara langsung.” Prabowo mengeklaim akan berupaya mengembalikan keuntungan ekonomi ke negara dan untuk dinikmati seluruh rakyat.

Ia menegaskan sikap tegas terhadap praktik ilegal yang merugikan negara. Menurutnya, kerugian akibat tata kelola lemah dan pengelolaan ekonomi buruk sangat besar nilainya.

“Saya tak akan menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel ilegal yang terus-menerus jadi penyebab kerugian pendapatan yang seharusnya diterima oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Kami menghitung kerugian akibat tata kelola yang lemah dan pengelolaan ekonomi yang buruk sebagai kerugian yang sangat besar,” tutur dia.

Klaim Efisiensi Anggaran dan Respons terhadap Protes

Selain membahas pertumbuhan dan investasi, Prabowo juga menyinggung efisiensi anggaran negara. Ia menyatakan bahwa pemerintahannya mampu menghemat anggaran sebesar US$18 miliar dari pos biaya yang tidak efisien.

Penghematan tersebut antara lain berasal dari pengurangan biaya seremoni yang dinilai menghabiskan banyak anggaran. Prabowo mencontohkan banyaknya peringatan ulang tahun yang diselenggarakan di berbagai tingkatan pemerintahan.

“Setiap kementerian memiliki peringatan ulang tahun. Setiap pemerintah provinsi memiliki peringatan ulang tahun. Setiap kabupaten atau distrik memiliki peringatan ulang tahun. Dan bayangkan berapa ratus upacara yang kita adakan setiap minggu, setiap bulan, di seluruh Indonesia?” jelas Prabowo.

Menurutnya, setiap anggaran negara harus dialokasikan secara rasional dan efisien. Namun, kebijakan tersebut tidak selalu berjalan tanpa hambatan.

“Tapi saya pikir ini mungkin kali pertama dalam sejarah dunia, demonstrasi melawan efisiensi pemerintah. Saya tidak tahu siapa yang membiayai demonstrasi-demonstrasi itu, tapi jujur saja, itu cukup menyedihkan.”

Pernyataan tersebut menggambarkan adanya resistensi terhadap langkah efisiensi yang ditempuh pemerintah. Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kebijakan tersebut.

Dengan kombinasi disiplin fiskal, stabilitas inflasi, pembenahan tata kelola, dan efisiensi anggaran, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat melampaui capaian sebelumnya. Optimisme tersebut disampaikan langsung di hadapan pelaku bisnis Amerika Serikat sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia terbuka dan siap memperkuat kerja sama ekonomi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index