Penyeberangan

Transformasi Digital Penyeberangan Perkuat Layanan Transportasi Nasional

Transformasi Digital Penyeberangan Perkuat Layanan Transportasi Nasional
Transformasi Digital Penyeberangan Perkuat Layanan Transportasi Nasional

JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat mendorong layanan penyeberangan beradaptasi dengan teknologi yang semakin terintegrasi. 

PT ASDP Indonesia Ferry memperkuat layanan berbasis digital untuk mempermudah akses tiket bagi pengguna kapal. Perubahan ini menandai pergeseran pola layanan menuju sistem yang lebih tertib dan efisien.

Sebanyak 3,50 juta lebih pengguna kapal penyeberangan telah mengakses tiket secara digital. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis teknologi yang praktis. Transformasi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan kepadatan dan antrian di pelabuhan.

"Di awal 2026 jumlah pengguna layanan tiket online Ferizy menjadi 3,50 juta pengguna, ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan berbasis digital," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo. 

Pernyataan itu menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar statistik semata. Transformasi layanan diposisikan sebagai fondasi jangka panjang.

Fondasi Transformasi Layanan yang Konsisten

Heru Widodo menekankan capaian pengguna Ferizy mencerminkan konsistensi perubahan layanan. Menurutnya, layanan digital bukan hanya alat pemesanan tiket semata. Sistem ini menjadi fondasi ekosistem mobilisasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Layanan penyeberangan nasional diarahkan menuju wajah baru yang lebih modern. Digitalisasi diharapkan menciptakan ketertiban, efisiensi, dan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat. Pendekatan ini juga mendorong perubahan budaya layanan di lingkungan pelabuhan.

"Bukan hanya sistem tiket digital, tetapi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat," ujar Heru. Pernyataan ini menegaskan bahwa digitalisasi menyentuh seluruh aspek operasional. Perubahan tersebut menjadi kerangka kerja bagi peningkatan kualitas layanan.

Pertumbuhan Pengguna dan Perluasan Jaringan

Kinerja Ferizy menunjukkan tren positif dengan penambahan 61.980 pengguna pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan adopsi layanan digital yang semakin luas. Pengguna mulai terbiasa memesan tiket tanpa harus antre di pelabuhan.

Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, ASDP memperluas penerapan Ferizy di berbagai pelabuhan. Layanan digital kini telah beroperasi di 58 pelabuhan di seluruh Indonesia. Perusahaan menargetkan perluasan ke 10 pelabuhan tambahan agar akses semakin merata.

Perluasan jaringan ini bertujuan mengurangi kesenjangan layanan antardaerah. Pengguna di lintasan penyeberangan utama maupun regional diharapkan mendapat kemudahan yang setara. Digitalisasi diposisikan sebagai pengungkit pemerataan layanan transportasi penyeberangan.

Dampak Digitalisasi terhadap Pengalaman Pengguna

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyampaikan digitalisasi memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan. Tiket dapat diterima melalui WhatsApp maupun email dengan metode pembayaran digital yang fleksibel. Sistem ini mengurangi antrean fisik di pelabuhan.

"Tiket dapat diterima melalui WhatsApp maupun email, serta didukung berbagai metode pembayaran digital yang aman dan fleksibel," jelas Windy Andale. Kemudahan ini memberi kepastian bagi pengguna sebelum tiba di pelabuhan. Pengaturan arus kendaraan menjadi lebih terencana dan terukur.

Sistem digital juga membantu menekan potensi kepadatan pelabuhan menjelang angkutan Lebaran. Pengaturan trafik yang lebih rapi berkontribusi pada keselamatan perjalanan. Ketepatan jadwal kapal dapat ditingkatkan melalui perencanaan berbasis data.

Penguatan Operasional dan Kesiapan Armada

Peningkatan layanan digital diimbangi dengan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan. Pada lintasan Merak-Bakauheni, disiapkan 75 kapal dengan dukungan Dermaga Express dan peningkatan kapasitas dermaga. Pelabuhan contingency juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, sebanyak 56 kapal dioperasikan termasuk kapal berkapasitas besar. Penguatan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang. Kesiapan operasional menjadi kunci keberhasilan layanan digital di lapangan.

"Melalui penguatan digitalisasi dan kesiapan operasional tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Ferizy sebagai platform layanan penyeberangan nasional yang andal, modern, dan berkelanjutan," katanya. Komitmen ini menegaskan arah pengembangan layanan jangka panjang. Sinergi teknologi dan operasional diharapkan meningkatkan kepercayaan publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index