Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Dikebut, Jalur Fungsional Siap Permudah Arus Mudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 08:52:02 WIB
Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Dikebut, Jalur Fungsional Siap Permudah Arus Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Masyarakat Sukabumi kini menatap harapan baru untuk terbebas dari kemacetan di jalur utara. Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Ciawi–Sukabumi (Bocimi) memasuki fase krusial, khususnya pada Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat.

Pengerjaan Seksi 3 terus dikebut dengan progres konstruksi mencapai 71,95 persen. Kecepatan pembangunan ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan persiapan arus mudik Lebaran 2026.

Pembukaan Jalur Fungsional Selama Arus Mudik

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan segmen sepanjang 4,9 kilometer dari Cibadak hingga Akses Karangtengah akan dibuka secara fungsional. Jalur ini berfungsi sebagai katup penyelamat untuk mengurai titik jenuh lalu lintas di perempatan Cibadak.

BPJT menegaskan, penggunaan jalur fungsional ini gratis selama periode arus mudik dan balik. Langkah ini diambil agar pemudik dapat menikmati perjalanan lebih lancar tanpa harus membayar tol sementara konstruksi masih berlangsung.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Wendi Ismawan, menekankan koordinasi intensif dengan PT Trans Jabar Tol (TJT). Uji coba dilakukan lebih awal agar jalur alternatif siap menghadapi lonjakan volume kendaraan.

“Informasinya jalan Tol Bocimi Seksi 3 ini segera fungsional guna mengurai kepadatan arus lalu lintas saat kegiatan Lebaran nanti,” ujar Wendi pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kesiapan Fisik Jalan dan Uji Coba Lapangan

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar, menyebut uji coba lapangan dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026. Segmen KM 72 hingga KM 76 sudah dalam kondisi mantap dan siap dilalui kendaraan.

Dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam, jarak hampir 5 kilometer tersebut dapat ditempuh hanya dalam lima menit. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa sebagian ruas Seksi 3 sudah layak digunakan meskipun belum sepenuhnya tersambung hingga Sukabumi Barat.

M. Yanuar menambahkan, jalur mulai dari KM 76 sudah dapat dilalui mobil biasa dan minibus. Namun pengerjaan lanjutan tetap dilakukan agar konektivitas penuh ke Sukabumi Barat tidak terganggu.

Aspek Keselamatan dan Operasional Jalan Tol Fungsional

Meskipun fungsional, BPJT menekankan keselamatan sebagai prioritas utama. Lampu penerangan jalan (PJU) dan fasilitas pendukung lain masih belum tersedia secara permanen karena statusnya masih dalam konstruksi.

Operasional tol fungsional ini juga akan dibatasi jamnya, yakni dari pagi hingga sore hari pukul 17.00 WIB. Penutupan sementara dapat dilakukan sewaktu-waktu jika cuaca ekstrem berisiko pada jarak pandang dan kondisi jalan.

Pengawasan dari kepolisian dan tim terkait akan memastikan jalur ini tetap aman bagi pemudik. Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti hujan lebat atau kendala teknis lainnya.

Manfaat Tol Bocimi bagi Mobilitas dan Investasi

Hadirnya tol ini telah mengubah peta mobilitas secara signifikan. Perjalanan dari Jakarta menuju Sukabumi yang sebelumnya memakan waktu 5–9 jam kini dapat ditempuh hanya 1,5 jam melalui Seksi 1 dan 2.

“Dulu, keluar dari pintu tol Cigombong menuju Cibadak bisa memakan waktu 1,5 jam karena macet pasar dan pabrik. Sekarang, hanya butuh 10 sampai 15 menit. Ini revolusi waktu bagi kami,” jelas Maman, 45, warga Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Selain memangkas waktu perjalanan, penyelesaian Seksi 3 diprediksi membuka peluang investasi di Sukabumi Barat. Akses yang lebih lancar memungkinkan pengembangan destinasi wisata unggulan dan distribusi logistik lebih efisien dari sisi biaya.

Fokus pembangunan kini tertuju pada sisa konstruksi Seksi 3. Setiap meter aspal yang tersambung menjadi harapan warga untuk berakhirnya kemacetan panjang yang telah lama menjadi kendala sehari-hari.

Masyarakat berharap tol fungsional ini bisa digunakan pada libur mudik Lebaran 2026. “Meskipun tidak bisa digunakan sepenuhnya, tapi lumayan bisa memangkas waktu dari kemacetan panjang pada liburan panjang,” pungkas Maman.

Terkini