Budaya Kerja Perkuat Transformasi Bisnis Hasnur Group

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:41 WIB
Budaya Kerja Perkuat Transformasi Bisnis Hasnur Group

JAKARTA - Tantangan bisnis yang semakin dinamis mendorong perusahaan untuk menata kembali fondasi pertumbuhannya. 

Hasnur Group menegaskan pentingnya peran manusia, budaya, dan tata kelola sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan dan transformasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan bisnis pada 2026. Penekanan ini menjadi pijakan untuk memastikan keberlanjutan strategi jangka panjang perusahaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Townhall Hasnur Group 2026 yang mengusung tema Living Our Values, Innovating Through the Change. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah perusahaan, memperkuat budaya kerja, serta menunjukkan kesiapan Hasnur Group sebagai grup usaha terdiversifikasi dalam menghadapi dinamika industri, ketidakpastian global, serta meningkatnya tuntutan tata kelola dan keberlanjutan. Forum ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gagasan dan semangat bersama.

Melalui pertemuan ini, manajemen menekankan pentingnya keselarasan visi di seluruh lini organisasi. Setiap unit diharapkan memahami arah perubahan yang sedang dijalankan. Penyelarasan ini menjadi prasyarat bagi keberhasilan transformasi berkelanjutan.

Penguatan Nilai dan Arah Kepemimpinan

Townhall diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Tujuh Nilai Inti Hasnur Group sebagai penegasan fondasi budaya perusahaan. 

Rangkaian pembukaan ini dimaksudkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan identitas korporasi. Nilai inti tersebut menjadi kompas perilaku kerja di seluruh entitas.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari mengajak seluruh insan Hasnur Group melihat perusahaan dari perspektif yang lebih luas dan berjangka panjang. 

Ia menggambarkan perusahaan sebagai kapal besar yang berlayar menuju tujuan jangka panjang dengan kebutuhan arah yang jelas dan kompas yang tepat. Gambaran ini menekankan pentingnya arah strategis yang konsisten.

“Dengan tujuh Strategic Business Unit yang memiliki karakter berbeda, tantangan kita adalah memastikan seluruh unit tetap bergerak dalam satu arah menuju masa depan Hasnur Group yang berkelanjutan,” ujar Jayanti. 

Ia menekankan penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture serta pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar seluruh proses organisasi berjalan adaptif, efektif, dan mendukung keberlanjutan. Penekanan tersebut menunjukkan peran kepemimpinan dalam mengorkestrasi perubahan.

Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

Sebagai bagian dari rangkaian Townhall 2026, Hasnur Group menghadirkan Country Manager RMA Group Indonesia Toto Suharto sebagai pembicara tamu dalam talkshow bertema How Leadership Shapes Results Through Culture. 

Dalam paparannya, ia menekankan peran kepemimpinan dan budaya dalam menentukan hasil organisasi. Kepemimpinan diposisikan sebagai penggerak utama transformasi nilai menjadi kinerja.

“Hasil terbaik hanya dapat dicapai ketika keyakinan dibangun dari dalam diri, dikelola menjadi budaya, dan diwujudkan melalui aksi yang konsisten. Transformasi budaya adalah proses yang harus dikelola secara sadar dan berkelanjutan,” kata Toto. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan budaya tidak terjadi secara instan. Proses tersebut membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang.

Sesi talkshow dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Head of Nomination and Human Capital Committee Hasnur Group Dr. Zulfikar Alimuddin bersama jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Hasnur Group, termasuk CEO Hasnur Group Zainal Hadi HAS HB. 

Para narasumber menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, kepemimpinan berbasis kompetensi, serta peran manusia sebagai fondasi utama perusahaan dalam menghadapi transformasi berkelanjutan. Diskusi ini menyoroti keterkaitan erat antara tata kelola, kepemimpinan, dan kualitas sumber daya manusia.

Tata Kelola, Integritas, dan Sistem Pendukung

“Memiliki aset atau fasilitas besar bukan jaminan keberhasilan. Fondasi utama kita adalah people. Dalam situasi yang tidak mudah, justru di situlah kita diuji untuk menjadi tim yang solid dan terus bertumbuh,” tutur Zainal. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kualitas manusia. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya ketangguhan tim dalam menghadapi tekanan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Hasnur Group menggelar syukuran milad Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari sekaligus meluncurkan Whistle Blowing System (WBS) dan Knowledge & Innovation Management System. 

Peluncuran ini menjadi simbol penguatan komitmen terhadap integritas dan pembelajaran organisasi. Sistem tersebut diharapkan menjadi infrastruktur pendukung transformasi.

WBS menjadi kanal resmi perusahaan untuk menerima serta menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran secara independen dan rahasia, sekaligus melindungi pelapor dari segala bentuk tindakan balasan. 

Peluncuran sistem ini menegaskan komitmen Hasnur Group terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance, integritas, dan transparansi. Mekanisme ini dirancang untuk membangun rasa aman dalam menyampaikan laporan.

Inovasi, Aktivasi Budaya, dan Apresiasi

Seiring penguatan tata kelola, Hasnur Group juga memperkenalkan Knowledge & Innovation Management System sebagai platform pengelolaan pengetahuan dan pengembangan inovasi di seluruh entitas. Platform ini ditujukan untuk mendorong kolaborasi lintas unit dan berbagi praktik terbaik. Inovasi diposisikan sebagai hasil dari pembelajaran kolektif.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 400 insan Hasnur Group dari berbagai entitas ini juga menjadi momentum pengenalan program Culture Activation, termasuk pembentukan taskforce intervensi budaya dan culture agent sebagai penggerak internalisasi nilai perusahaan. 

Program ini dirancang untuk memastikan nilai inti tidak berhenti sebagai slogan. Peran agen budaya diharapkan mempercepat perubahan perilaku di level operasional.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan Top Learner Ruang Kerja kepada enam karyawan dalam dua kategori, yakni Mandatory Courses Completion Award dan Self-Enrolled Courses Completion Award, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pembelajaran dan pengembangan kompetensi berkelanjutan. 

Penghargaan ini dimaksudkan untuk memperkuat budaya belajar di lingkungan kerja. Apresiasi tersebut menjadi dorongan agar pengembangan diri terus menjadi bagian dari keseharian karyawan

Terkini